Pramudya Ananta Toer
Almanak Seni 1957
Sekarang tiba gilirannja: dia djuga mau pergi ke Djakarta. Aku takkan salahkan kau, mengapa kau ingin djadi wargakota Djakarta pula. Besok atau lusa keinginan dan tjita itu akan timbul djuga. Engkau di pedalaman terlampau banjak memandang ke Djakarta. Engkau bangunkan Djakarta dalam anganmu dengan segala kemegahan jang tak terdapat di tempatmu sendiri. Kau gandrung padanja. Kau kumpulkan tekat segumpil demi segumpil.
Ah, kawan, biarlah aku tjeritakan kau tentang Djakarta kita.
Tahun 1942 waktu untuk pertama kalinja aku indjak tanah ibukota ini, Read More…




